Kamis, 28 Juni 2012

PENTINGNYA BELAJAR FILSAFAT ILMU BAGI SEORANG MAHASISWA


MAKALAH
PENTINGNYA BELAJAR FILSAFAT ILMU BAGI SEORANG MAHASISWA
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Filsafat Ilmu

Oleh:
Nama : YS U G I A N T O
NIM : 09 111 294
Rombel : 30
STIA PRIMA WATAMPONE
2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur, penulis haturkan kehadirat Allah SWT, atas berkah dan rahmatNya penulis mampu menyelesaikan pembuatan makalah yang berjudul “Pentingnya Belajar Filsafat Ilmu Bagi Seorang Mahasiswa”.
Pada kesempatan kali ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada:
1. Allah SWT yang telah memberikan berkah dan rahmatNya kepada penulis
2. Orang tua yang selalu memberikan motivasi dan dorongan kepada penulis.
3. Ibu Sri Susilaningsih selaku dosen pembimbing mata kuliah Filsafat Ilmu
4. Teman-teman yang telah membantu penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semarang, April 2011
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ditandai semakin menajamnya spesialisasi ilmu maka filsafat ilmu sangat diperlukan. Sebab dengan mempelajari filsafat ilmu, para ilmuwan akan menyadari keterbatasan dirinya dan tidak terperangkap kedalam sikap arogansi intelektual. Hal yang lebih diperlukan adalah sikap keterbukaan diri di kalangan ilmuwan, sehingga mereka dapat saling mengarahkan seluruh potensi keilmuwan yang dimilikinya untuk kepentingan bersama umat manusia.
Mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika diharapkan memiliki penguasaan yang baik atas bidang ilmu yang ditekuni untuk selanjutnya memanfaatkan ilmu tersebut, baik untuk pengembangan kehidupan dirinya maupun kehidupan masyarakat pada umumnya. Penguasaan ilmu bukan hanya menyangkut penguasaan konsep-konsep serta teori-teori keilmuan dalam bidangnya masing-masing, akan tetapi juga landasan pemahaman mengenai hakikat ilmu, objek kajian dari ilmu yang dipelajari, metode untuk pengembangan ilmu tersebut, serta kaidah-kaidah moral dan etika mengenai untuk apa ilmu itu harus dimanfaatkan. Atas dasar itulah filsafat ilmu memiliki peranan penting dalam pembentukan kepribadian calon-calon ilmuwan pada umumnya.
B. Rumusan Masalah
a. Apakah yang dimaksud dengan filsafat ilmu ?
b. Bagaimana kegunaan filsafat ilmu dalam kehidupan ?
c. Mengapa seorang mahasiswa perlu mempelajari filsafat ilmu ?
C. Tujuan
a. Mengetahui apa yang dimaksud dengan filsafat ilmu
b. Mengetahui kegunaan filsafat ilmu dalam kehidupan
c. Mengetahui alasan mengapa seorang mahasiswa perlu mempelajari filsafat ilmu.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Filsafat Ilmu
Cabang filsafat yang membahas masalah ilmu adalah filsafat ilmu. Tujuannya mengadakan analisis mengenai ilmu pengetahuan dan cara bagaimana pengetahuan ilmiah itu diperoleh. Jadi filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara untuk memperolehnya. Pokok perhatian filsafat ilmu adalah proses penyelidikan ilmiah itu sendiri. The Liang Gie mendefinisikan filsafat ilmu sebagai segenap pemikiran reflektif terhadap persoalan mengenai segala hal yang menyangkut landasan ilmu maupun hubungan ilmu dengan segala segi dari kehidupan manusia.
Filsafat ilmu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
a Filsafat ilmu dalam arti luas: menampung permasalahan yang menyangkut hubungan keluar dari kegiatan ilmiah, seperti: tata susila yang menjadi pegangan penyelenggara ilmu.
b Filsafat ilmu dalam arti sempit: menampung permasalahan yang bersangkutan dengan hubungan ke dalam yang terdapat di dalam ilmu, yaitu yang menyangkut sifat pengetahuan ilmiah, dan cara-cara mengusahakan serta mencapai pengetahuan ilmiah (Beerling, 1988).
Pengertian Filsafat Ilmu menurut beberapa ahli, antara lain :
a. Cornelius Benjamin (dalam The Liang Gie, 19 : 58) memandangfil-safat ilmu sebagai berikut. ”That philosophic discipline which isthe systematic study of the nature of science, especially of its methods, its concepts and presuppositions, and its place in the general scheme of intellectual disciplines.” Filsafat ilmu, merurut Benjamin, merupakan cabang dari filsafat yang secara sistematis menelaah sifat dasar ilmu, khususnya mengenai metoda, konsepkonsep, dan praanggapan-pra-anggapannya, serta letaknya dalam kerangka umum dari cabang-cabang pengetahuan intelektual.
b. Conny Semiawan at al (1998 : 45) menyatakan bahwa filsafat ilmu pada dasarnya adalah ilmu yang berbicara tentang ilmu pengetahuan (science of sciences) yang kedudukannya di atas ilmu lainnya.
c. Jujun Suriasumantri (2005 : 33-34) memandang filsafat ilmu sebagai bagian dari epistemologi (filsafat pengetahuan) yang ingin menjawab tiga kelompok pertanyaan mengenai hakikat ilmu sebagai berikut. Kelompok pertanyaan pertama antara lain sebagai berikut ini. Objek apa yang ditelaah ilmu ? Bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut? Bagaimana hubungan antara objek tadi dengan daya tangap manusia ? Kelompok pertanyaan kedua : Bagaimana proses yang memungkinkan diperolehnya pengetahuan yang berupa ilmu ? Bagaimana prosedurnya ? Hal-hal apa yang harus diperhatikan Filsafat Imu agar kita mendapatkan pengetahuan yang benar ? Apa yang dimaksud dengan kebenaran ? Dan seterusnya. Dan terakhir, kelompok pertanyaan ketiga : Untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu ? Bagaimana kaitan antara cara menggunakan ilmu dengan kaidah-kaidah moral ? Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral ? Dan seterusnya.
d. Kelompok pertanyaan pertama merupakan tinjauan ilmu secara ontologis. Sedangkan pertanyaan-pertanyaan kelompok kedua merupakan tinjauan ilmu secaraepistemologis. Dan pertanyaanpertanyaan kelompok ketiga sebagai tinjauan ilmu secara aksiologis.
Untuk mendapatkan gambaran singkat tentang pengertian filsafat ilmu dapat dirangkum tiga medan telaah yang tercakup di dalam filsafat ilmu, yaitu:
1) Filsafat ilmu adalah telaah kritis terhadap metode yang digunakan oleh ilmu tertentu, terhadap lambang yang digunakan dan terhadap struktur penalaran tentang sistem lambang yang digunakan. Telaah kritis ini dapat diarahkan untuk mengkaji ilmu empiris dan ilmu rasional, juga untuk membahas studi bidang etika dan estetika, studi kesejarahan, antropologi, dll.
2) Filsafat ilmu adalah upaya untuk mencari kejelasan mengenai dasar-dasar konsep, sangka wacana dan postulat mengenai ilmu dan upaya untuk membuka tabir dasar-dasar keempirisan, kerasionalan dan kepragmatisan.
3) Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu. (Hartono Kasmadi, dkk, 1990, hlm. 17-18)
B. Manfaat Filsafat dalam Kehidupan
Berdasarkan pemahaman dasarnya, persepsi ini tidak tepat, meskipun di dalamnya terkandung manfaat. Secara khusus, filsafat merupakan perbincangan mencari hakikat sesuatu gejala atau segala hal yang ada. Artinya, filsafat merupakan landasan dari sesuatu apapun , tumpuan segala hal, jika salah tentulah berbahaya, sedikitnya akan merugikan. Apabila kehidupan berpengetahuan itu diibaratkan sebuah pohon maka filsafat adalah akarnya, yaitu bagian yang berhyubungan langsung dengan sumber kehidupan pohon itu, sedangkan batang, dahan, ranting, daun, bunga, dan buah menjadi bahan kajian ilmu pengetahuan. Berdasarkan hasil penelitian, ilmu pengetahuan berhubungan dengan apa yang terlihat atau yang biasa disebut menggejala atau mewujud. Terlebih lagi kaum awam, ia hanya dapat melihat sesuatu secara langsung atau yang berhubungan secara langsung, khusunya menjawab kebutuhan nyata dirinya sendiri.
Dalam perbincangan lebih nyata, filsafat mempersoalkan dan membicarakan kembali akar masalah, baik berdasarkan ilmu pengetahuan maupun pemahaman lain. Jadi, filsafat menyadarkan manusia terhadap apa yang sudah biasa diyakini, digauli, digunakan, dan dilakukannya. Hal ini penting! Sebagai contoh pada Matematika ,”Mengapa 5 x 5 lebih besar daripada 4 x 4?” Umumnya, orang percaya begitu saja, bahkan mempercayainya apa yang dikatakan orang lain, seperti guru atau orang tua dan kakaknya. Jawaban yang sebenarnya adalah adanya kesepakatan bahwa sebutan angka 5 lebih tinggi nilainya daripada 4. Dengan catatan, angka berikutnya lebih tinggi dari pada angka sebelumnya. Filsafat mengatakan,” Ingatlah di balik matematika itu ada suatu kesepakata, jika kesepakatannya tidak demikian, belum tentu 5 x 5 lebih besar daripada 4 x 4.
Dalam hal ini, ilmu pengetahuan mengenai asumsi yang disebut aksioma, yaitu anggapan dasar yang merupakan tumpuan atau sumber dari awal kehidupan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Wacana atau perbincangan filsafat melahirkan asumsi tersebut. Hal tersebut disebut sebagai keyakinan filsafati (philosophical belief). Asumsi tersebut jika terus-menerus ditelaah ketepatannya, bukan tidak mungkin akan mengalami perubahan, entah itu bertambah atau berkurang, atau justru berubah. Akhirnya, teori-teori baru dalam bidang pengetahuan akan bermunculan sehingga lahirlah istilah filsafat ilmu. Filsafat ilmu berperan fundamental dalam melahirkan, memelihara, dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Cara berpikir filsafati telah mendokrak pintu serta tembok­­-tembok tradisi dan kebiasaan, bahkan telah menguak mitos dan miteserta meninggalkan cara berpikir mistis. Lalu pada saat yang sama telah pula berhasil mengembangkan cara berpikir rasional, luas dan mendalam, teratur dan terang, integral dan koheren, metodis dan sistematis, logis, kritis, dan analitis. Karena itu, ilmu pengetahuan pun semakin bertumbuh subur, terus berkembang, dan menjadi dewasa. Kemudian, berbagai ilmu pengetahuan yang telah mencapai tingkat kedewasaan penuh satu demi satu mulai mandiri dan meninggalkan filsafat yang selama itu telah mendewasakan mereka. Itulah sebabnya, filsafat disebuts ebagai mater scientiarum atau induk segala ilmu pengetahuan. Itu merupakan fakta yang tidak dapat diingkari, yang dengan jelas menunjukkan bahwa ia benar-benar telah menampakkan kegunaannya lewat melahirkan, merawat, dan mendewasakan berbagai ilmu pengetahuan yang begitu berjasa bagi kehidupan manusia.
Filsafat adalah ilmu yang tak terbatas karena tidak hanya menyelidiki suatu bidang tertentu dari realitas yang tertentu saja. Filsafat senantiasa mengajukan pertanyaan tentang seluruh kenyataan yang ada. Filsafat pun selalu mempersoalkan hakikat, prinsip, dan asas mengenai seluruh realitas yang ada, bahkan apa saja yang dapat dipertanyakan, termasuk filsafat itu sendiri.
Keterbatasan filsafat yang demikian itulah yang amat berguna bagi ilmu pengetahuan. Itu karena keterbatasan filsafat tidak melulu berguna selaku penghubung antardisiplin ilmu pengetahuan. Akan tetapi, dengan keterbatasannya itu, filsafat sanggup memeriksa, mengevaluasi, mengoreksi, dan lebih menyempurnakan prinsip-prinsip dan asas-asas yang melandasi berbagai ilmu pengetahuan itu.
Manfaat lain filsafat adalah didasarkan pada pengertian filsafat sebagai suatu integrasi atau pengintegrasi sehingga dapat melakukan fungsi integrasi ilmu pengetahuan. Sebagian besar orang hanya menyangkutkan apa yang paling dekat dan apa yang paling dibutuhkannya pada saat dan tempat tertentu.
Dalam Kehidupan Praktis
Filsafat memang abstrak, namun tidak berarti filsafat sama sekali tidak bersangkut paut dengan kehidupan sehari-hari yang kongkret. Keabstrakan filsafat tidak berarti bahwa filsafat itu tak memiliki hubungan apa pun juga dengan kehidupan nyata setiap hari. Kendali tidak memberi petunjuk praktis tentang bagaimana bangunan yang artistic dan elok, filsafat sanggup membantu manusia dengan memberi pemahaman tentang apa itu artistic dan elok dalam kearsitekturan sehingga nilai keindahan yang diperoleh lewat pemahaman itu akan menjadi patokan utama bagi pelaksanaan pekerjaan pembangunan tersebut.
Filsafat menggiring manusia kepengertian yang terang dan pemahaman yang jelas. Kemudian, filsafat itu juga menuntun manusia ketindakan dan perbuatan yang konkret berdasarkan pengertian yang terang dan pemahaman yang jelas.
1. Secara umum manfaat filsafat :
¨ Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya.
¨ Filsafat membantu kita mengerti tentang diri kita sendiri dan dunia kita, karena filsafat mengajarkan bagaimana kita bergulat dengan pertanyaan-pertanyaan mendasar.
¨ Filsafat membuat kita lebih kritis. Filsafat mengajarkan pada kita bahwa apa yang mungkin kita terima begitu saja ternyata salah atau menyesatkan—atau hanya merupakan sebagian dari kebenaran.
¨ Filsafat mengembangkan kemampuan kita dalam:
Ø menalar secara jelas
Ø membedakan argumen yang baik dan yang buruk
Ø menyampaikan pendapat (lesan dan tertulis) secara jelas
Ø melihat sesuatu melalui kacamata yang lebih luas
Ø melihat dan mempertimbangkan pendapat dan pandangan yang berbeda.
¨ Dengan mempelajari karya-karya para pemikir besar, para filsuf dalam sejarah dan tradisi filsafat, kita akan melihat betapa besar sesungguhnya pengaruh filsafat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, agama, pemerintahan, pendidikan dan karya seni.
¨ Filsafat memberi bekal dan kemampulan pada kita untuk memperhatikan pandangan kita sendiri dan pandangan orang lain dengan kritis. Kadang ini memang bisa mendorong kita menolak pendapat-pendapat yang telah ditanamkan pada kita, tetapi filsafat juga memberikan kita cara-cara berfikir baru dan yang lebih kreatif dalam mengahadapi masalah yang mungkin tidak dapat dipecahkan dengan cara lain.Kemampuan berfikir secara jernih, menalar secara logis, dan mengajukan dan menilai argumen, menolak asumsi yang diterima begitu saja, dan pencarian akan prinsip-prinsip pemikiran dan tindakan yang koheren—semuanya ini merupakan ciri dari hasil latihan dalam ilmu filsafat.
2. Secara khusus manfaat filsafat ilmu :
Filsafat ilmu merupakan salah satu cabang dari filsafat. Oleh karena itu, fungsi filsafat ilmu kiranya tidak bisa dilepaskan dari fungsi filsafat secara keseluruhan, yakni :
¨ Sebagai alat mencari kebenaran dari segala fenomena yang ada.
¨ Mempertahankan, menunjang dan melawan atau berdiri netral terhadap pandangan filsafat lainnya.
¨ Memberikan pengertian tentang cara hidup, pandangan hidup dan pandangan dunia.
¨ Memberikan ajaran tentang moral dan etika yang berguna dalam kehidupan
¨ Menjadi sumber inspirasi dan pedoman untuk kehidupan dalam berbagai aspek kehidupan itu sendiri, seperti ekonomi, politik, hukum dan sebagainya. Menurut Agraha Suhandi (1989)
¨ Filsafat ilmu bermanfaat untuk menjelaskan keberadaan manusia di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan alat untuk membuat hidup menjadi lebih baik
¨ Filsafat ilmu bermanfaat untuk membangun diri kita sendiri dengan berpikir secara radikal (berpikir sampai ke akar-akarnya), kita mengalami dan menyadari keberadaan kita.
¨ Filsafat ilmu memberikan kebiasaan dan kebijaksanaan untuk memandang dan memecahkan persoalan-persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang hidup secara dangkal saja, tidak mudah melihat persoalan-persoalan, apalagi melihat pemecahannya.
¨ Filsafat ilmu memberikan pandangan yang luas, sehingga dapat membendung egoisme dan ego-sentrisme (dalam segala hal hanya melihat dan mementingkan kepentingan dan kesenangan diri sendiri).
¨ Filsafat ilmu mengajak untuk berpikir secara radikal, holistik dan sistematis, hingga kita tidak hanya ikut-ikutan saja, mengikuti pada pandangan umum, percaya akan setiap semboyan dalam surat-surat kabar, tetapi secara kritis menyelidiki apa yang dikemukakan orang, mempunyai pendapat sendiri, dengan cita-cita mencari kebenaran.
¨ Filsafat ilmu memberikan dasar-dasar, baik untuk hidup kita sendiri (terutama dalam etika) maupun untuk ilmu-ilmu pengetahuan dan lainnya, seperti sosiologi, ilmu jiwa, ilmu mendidik, dan sebagainya.
¨ Filsafat ilmu bermanfaat sebagai pembebas. Filsafat bukan hanya sekedar mendobrak pintu penjara tradisi dan kebiasaan yang penuh dengan berbagai mitos dan mite, melainkan juga merenggut manusia keluar dari penjara itu. Filsafat ilmu membebaskan manusia dari belenggu cara berpikir yang mistis dan dogma.
¨ Filsafat ilmu membantu agar seseorang mampu membedakan persoalan yang ilmiah dengan yang tidak ilmiah.
¨ Filsafat ilmu memberikan landasan historis-filosofis bagi setiap kajian disiplin ilmu yang ditekuni.
¨ Filsafat ilmu memberikan nilai dan orientasi yang jelas bagi setiap disiplin ilmu.
¨ Filsafat ilmu memberikan petunjuk dengan metode pemikiran reflektif dan penelitian penalaran supaya manusia dapat menyerasikan antara logika, rasio, pengalaman, dan agama dalam usaha mereka dalam pemenuhan kebutuhannya untuk mencapai hidup yang sejahtera.
¨ Filsafat ilmu memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan. Setiap metode ilmiah yang dikembangkan harus dapat dipertanggungjawabkan secara logis-rasional, agar dapat dipahami dan dipergunakan secara umum.
Sedangkan Ismaun (2001) mengemukakan fungsi filsafat ilmu adalah untuk memberikan landasan filosofik dalam memahami berbagi konsep dan teori sesuatu disiplin ilmu dan membekali kemampuan untuk membangun teori ilmiah. Selanjutnya dikatakan pula, bahwa filsafat ilmu tumbuh dalam dua fungsi, yaitu: sebagai confirmatory theories yaitu berupaya mendekripsikan relasi normatif antara hipotesis dengan evidensi dan theory of explanation yakni berupaya menjelaskan berbagai fenomena kecil ataupun besar secara sederhana.
C. Pentingnya Belajar Filsafat Ilmu Bagi Mahasiswa
Belajar filsafat ilmu bagi mahasiswa sangat penting, karena beberapa manfaat yang dapat dirasakan, antara lain :
§ Dengan mempelajari filsafat ilmu diharapkan mahasiswa semakin
kritis dalam sikap ilmiahnya. Mahasiswa sebagai insan kampus
diharapkan untuk bersikap kritis terhadap berbagai macam teori
yang dipelajarinya di ruang kuliah maupun dari sumber-sumber
lainnya
.
§ Mempelajari filsafat ilmu mendatangkan kegunaan bagi para
mahasiswa sebagai calon ilmuwan untuk mendalami metode ilmiah
dan untuk melakukan penelitian ilmiah. Dengan mempelajari
filsafat ilmu diharapkan mereka memiliki pemahaman yang utuh
mengenai ilmu dan mampu menggunakan pengetahuan tersebut
sebagai landasan dalam proses pembelajaran dan penelitian
ilmiah.
§ Mempelajari filsafat ilmu memiliki manfaat praktis. Setelah
mahasiswa lulus dan bekerja mereka pasti berhadapan dengan
berbagai masalah dalam pekerjaannya. Untuk memecahkan
masalah diperlukan kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis
berbagai hal yang berhubungan dengan masalah yang dihadapi.
Dalam konteks inilah pengalaman mempelajari filsafat ilmu
diterapkan.
§ Membiasakan diri untuk bersikap logis-rasional dalam Opini & argumentasi yang dikemukakan.
§ Mengembangkan semangat toleransi dalam perbedaan pandangan (pluralitas). Karena para ahli filsafat tidak pernah memiliki satu pendapat, baik dalam isi, perumusan permasalahan maupun penyusunan jawabannya.
§ Mengajarkan cara berpikir yang cermat dan tidak kenal lelah.



BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Filsafat ilmu adalah studi gabungan yang terdiri atas beberapa studi yang beraneka macam yang ditujukan untuk menetapkan batas yang tegas mengenai ilmu tertentu.
Filsafat ilmu bermanfaat untuk menjelaskan keberadaan manusia di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang merupakan alat untuk membuat hidup menjadi lebih baik.
Filsafat ilmu sangat penting bagi seorang mahasiswa karena untuk membiasakan diri bersikap kritis, logis dan rasional serta menumbuhka rasa toleransi dalam perbedaan pandangan.
B. Saran
Sebagai seorang mahasiswa kita harus mempelajari filsafat ilmu agar dapat mengembangkan semangat toleransi dalam perbedaan pandangan, mampu membiasakan diri untuk bersikap logis-rasional Opini & argumentasi, mampu berpikir secara cermat dan tidak kenal lelah, serta mampu membiasakan diri untuk bersikap kritis. Sebagai manusia yang bermasyarakat, mahasiswa juga harus bisa menerapkan apa yang telah dipelajarinya dalam filsafat ilmu. Mahasiwa dituntut untuk tidak hanya pandai dalam teori saja tapi harus bisa mempraktekannya langsung dalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Elfa. 2011. Makalah Filsafat Ilmu. http://elfathinrahmi.blogspot.com/2011/02/makalah-filsafat-ilmu.html. (16 April 2011)
Khofif. 2009. Kegunaan Pelajaran Filsafat. http://khofif.wordpress.com/2009/01/15/kegunaan-pelajaran-filsafat.html. (15 April 2011)
http://anthogoodwill.blogspot.com/
Rachman, Maman. 2009. Filsafat Ilmu. Semarang : UPT UNNES PRESS
Sunny. 2009. Fungsi Filsafat Ilmu. http://lingkaranilmu.blogspot.com/2009/08/fungsi-filsafat-ilmu.html. (15 April 2011)
Surajiyo. 2007. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di indonesia. Jakarta : Bumi Aksara.
Villa. 2011. Hakikat Filsafat Ilmu. http://villa-muhammadilham.blogspot.com/2011/04/hakikat-filsafat-ilmu.html. ( 16 April 2011)

Selasa, 19 Juni 2012

Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan


Copyright : http://anthogoodwill.blogspot.com/
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Politik sangat erat kaitannya dengan masalah kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan publik dan alokasi atau distribusi. Pemikiran mengenai politik di dunia barat banyak dipengaruhi oleh Filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles yang beranggapan bahwa politik sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik. Usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik ini menyangkut bermacam macam kegiatan yang diantaranya terdiri dari proses penentuan tujuan dari sistem serta cara-cara melaksanakan tujuan itu.
Ilmu Politik merupakan salah satu bidang ilmu yang terus mengalami perkembangan, seiring dengan dinamika perkembangan masyarakat politik (polity) yang  menjadi kajiannya. Copyright : http://anthogoodwill.blogspot.com/

B.     Rumusan Masalah
  1. jelaskan pengertian Ilmu politik ?
  2. jelaskan Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan ?
C.    Tujuan
  1. Mengetahui pengertian ilmu politik.
  2. mengetahui Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Ilmu Politik
Kata Politik berasal dari kata “Policy” artinya Kebijakan/kebijaksanaan. Yaitu suatu cara strategis mengatur sedemikian rupa segala sesuatu untuk mencapai tujuan, kemasalahatan, dan kesejahteraan.
Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisis sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.
B.     Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan.

Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science).
Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya.
Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol.
Konsep pengambilan keputusan. Menurut Joyce Mitchell dalam bukunya politikal analisis and public policy: ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat seluruhnya.
Pengambilan keputusan (decision-making)keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternatif pengambilankeputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai. Copyright : http://anthogoodwill.blogspot.com/
1.      Politik seni atau ilmu.

Seni (KBBI) adalah karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa.
Seni pada mulanya adalah suatu proses dari manusia, oleh karena itu seni merupakan persamaan dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).
Bisa disimpulkan bahwa politik bisa disebut sebagai seni. Politik menyediakan wadah untuk individu menyampaikan gagasan, pola pikir, dan lain-lain. Seni juga dapan sebagai media melanggengkan kekuasaan bagi penguasa. Dengan menyampaikan sebuah pemikiran dan kreativitas untuk mempengaruhi orang.

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris.
Ditinjau dari sisi ini, politik politik bukanlah sebuah ilmu. Politik tidak bisa dibuktikan secara empiris karena objek yang dikaji adalah manusia, dan manusia terus mengalami perubahan dan berkembang.
      Seiring berjalannya waktu perkembangan akan defenisi ilmu pengetahun terus berkembang. Tahun 1948 ilmu pengetahuan adalah keseluruhan dari pengetahuan yang koor dinasi mengenai poko-pokok pemikiran tertentu.
Ilmu pengetahuan juga bisa diartikan sebagai sebuah pemikiran-pemikiran buah hasil perkembang pola pikir manusia yang layak dikaji.
      Dengan demikian politik adalah seni dan juga sebagai ilmu pengetahuan. Politik sebagai seni karena politik menyediakan ruang untuk para politisi mengekspresikan gagasan mereka dibidang politik. Politik sebagai ilmu pengetahuan karena politik mengkaji bagaimana untuk mengelola suatu lembaga yang memikirkan keberlangsungannya. Copyright : http://anthogoodwill.blogspot.com/


2.      Proses Pengambilan Keputusan
Kegiatan pengambilan keputusan adalah kegiatan yang kompleks. Pengalaman banyak manajer yang berkecimpung dalam memecahkin masalah sehari-hari dan hasil-hasil penelitian menunjukkan, bahwa kegiatan pengambilan keputusan akan menjadi lebih efektif bila didekati dengan:
1. Pendekatan yang interdisipliner.
2. Proses yang sistematis.
3. Proses berdasarkan informasi.
4. Memperhitungkan faktor-faktor ketidakpasian.
5. Diarahkan pada tindakan nyata.

1. Pendekatan yang Interdisipliner
Proses pengambilan keputusan tidak bisa dilihat sebagai suatu tindakan tunggal. tidak pula ia dapat dipanddng sebagai suatu tindakan yang seragam yang berlaku untuk semua keadaan, serta dapat digunakan oleh pengambil keputusan yang berbeda dengan tingkat efektivitas yang sama. Proses pengambilan keputusan terdiri dari berbagai ndakan dengan memanfaatkan berbagai ragam keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dalam kehidupan berorganisasi.
Telah terlihat bahwa pengambilan keputusan, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, maupun tingkat organisasi, pada umumnya berarti secara sadar menjatuhkan pilihan atas berbagai alternatif tertentu setelah mengalami proses seleksi yang teliti. Proses pengambilan keputusan memerlukan penggunaan ide atau persepsi tentang yang baik dan yang tidak baik, yang benar dan yang ialah, yang layak dan yang tidak layak dilakukan serta yang harus dilakukan dan yang sebaiknya tidak dilakukan.
Artinya, proses pengambilan keputusan mau tidak mau harus memperhitungkan nilai-nilai organisasional dan nilai-nilai sosial. Bahkan nilai moral dan etika pun harus diperhitungkan. Di samping itu, karena dalam proses pengambilan keputusan manusia memainkan peranan yang paling menentukan, maka filsafat hidup, nilai-nilai yang dianut, latar belakang pendidikan, pengalaman, pandangan atau persepsi seseorang, turut pula berperan. Dengan segala faktor tersebut pun masih tetap tidak ada kepastian, bahwa keputusan yang diambil benar-benar akan mendatangkan hasil yang diharapkan. Itulah sebabnya kalau orang berbicara tentang proses pengambilan keputusan, ia selalu berbicara tentang probabilitas, baik yang menyangkut keberhasilan maupun ketidak berhasilan.
Di muka telah ditekankan bahwa proses pengambilan keputusan tidak terjadi dalam suasanavakum. Hal ini berarti bahwa faktor linglcungan pun harus diperhitungkan. Mem perhitungkan lingkungan berarti dua hal.
Pertama : lingkungan sebagai sumber data dan informasi yang sangat berguna sebagi masukan untuk dianalisis dan dikaji dalam usaha mencari dan menemukan berbagai alternatif yang mungkin ditempuh.
Kedua : lingkungan yang dalam berbagai bentuk, akan memberikan reaksi. baik yang positif maupun yang negatif terhadap keputusan yang diambil. Yang mempersulit usaha pengambilan keputusan ialah bahwa kondisi dan sifat lingkungan itu tidak selalu dapat diketahui dengan pasti, dan seorang pengambil keputusan tidak dapat berbuat banyak tentang kondisi lingkungan yang sering tidak dapat dipastikan itu. Melalui penciptaan berbagai model dan simulasi yang dapat dibuat perkiraan yang kurang lebih akurat tentang kondisi lingkungan yang mempengaruhi proses pengambilan yang akan terjadi. Tetapi berbagai model dan simulasi yang paling akurat sekalipun tidak sepenuhnya menggambarkan situasi. lingkungan dengan tepat.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu tugas penting seorang pengambil keputusan adalah mengintegrasikan berbagai aspek tersebut sedemikian rupa sehingga tercipta proses yang dapat berfungsi dengan baik. Pengintegrasian berbagai aspek tersebut mempermudah tugas pengambilan keputusan, khususnya dalam menjatuhkan pilihan atas-satu alternatif yang diperkirakan paling tepat di antara sekian banyak alternatif yang tersedia baginya. Kerangkat interdispliner dalam pengambilan keputusan :
·  Titik sentral adalah pengambilan keputusan (proses)
Sistem nilai dan etika = filsafat dan agama
·  Kemanfaatan dan probabailitas = ilmu ekonomi dan ilmu statistic.
·  Perilaku kelompok = sosiologi, psikologi, social.
·  Perilaku individu = psikologi dan etnologi.
Lingkungan : Hukum, antropologi, ilmu politik
·  Model dan simulasi = matematika dan informatika.
Karena masing-masing aspek ifu memiliki makna dan peran yang khas, maka memperhitungkannya pun tidak bisa lain pada harus diartikan bahwa pendekatan ilmiah yang tepat untuk mengambil keputusan adalah pendekatan yang menggunakan berbagai rumus, dalil dan asas-asas berbagai cabang ilmu pengetahuan. Copyright : http://anthogoodwill.blogspot.com/
Ada dua bentuk dari keputusan politik (kebijakan umum), yaitu kebijakan umum yang mampu menimbulkan perubahan yang mendasar yang menyeluruh disebut sebagai keputusan yang komprehensif. Dan kebijakan umum yang mampu menimbulkan perubahan pada permukaan dan pinggir-pinggir permasalahan saja disebut sebagai keputusan yang bersifat marginal atau yang bersifat darurat. Biasanya keputusan komprehensif itu kurang memperhatikan beberapa pihak, tetapi untuk jangka panjang akan menguntungkan semua pihak.
Dan cara untuk mengetahui siapa yang sesungguhnya berkuasa dalam pembuatan suatu keputusan politik. Ada tiga cara menurut Putnam, yaitu analisis posisi, analisis reputasi dan analisis keputusan. Analisis posisi merupakan proses dengan cara melihat kedudukan seseorang dalam suatu lembaga. Sementara analisis reputasi adalah proses dengan cara memperhatikan reputasi seseorang dalam lingkungan pemerintahan. Dan yang terakhir ialah analisis keputusan adalah cara untuk mengetahui elit politik dengan proses meneliti siapa yang ikut dalam proses pembuatan keputusan dalam beberapa kasus pengambilan keputusan yang dianggap cocok.
Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution).
Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches). Copyright : http://anthogoodwill.blogspot.com/


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisis sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.
Pengambilan keputusan (decision-making)keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternatif pengambilankeputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai.
Seni adalah karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa.
Kegiatan pengambilan keputusan adalah kegiatan yang kompleks. Pengalaman banyak manajer yang berkecimpung dalam memecahkin masalah sehari-hari dan hasil-hasil penelitian menunjukkan, bahwa kegiatan pengambilan keputusan akan menjadi lebih efektif bila didekati dengan : Pendekatan yang interdisipliner, Proses yang sistematis, Proses berdasarkan informasi, Memperhitungkan faktor-faktor ketidakpasian, dan Diarahkan pada tindakan nyata
B.     Kritik dan saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya. Copyright : http://anthogoodwill.blogspot.com/
DAFTAR PUSTAKA


Sumber:Budiharjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar politik. Jakarta: Gramedia.
http://anthogoodwill-stia-watampone.blogspot.com/